Selasa, 21 Desember 2010

Hari Ibu . . . . . . . ( 3 )

Nafisah Ahmad Shahab

Sepuluh Anak Jadi Dokter, Bercucu 32 Orang

Tugas Nafisah Ahmad Shahab sebagai ibu boleh dibilang sudah rampung. Sebanyak 12 anak yang dia lahirkan sudah mentas semua. Pun, hampir semuanya sudah berkeluarga. Tinggal si bungsu yang dalam waktu dekat segera menikah. ”Saya merasa, tugas saya sudah rampung,” ujar perempuan 64 tahun itu kemarin (21/12).

Nafisah adalah salah seorang ibu yang luar biasa. Sepuluh di antara 12 anak yang dia lahirkan berprofesi sebagai dokter. Lima di antaranya bahkan menjadi dokter spesialis. Mereka adalah si sulung Dr dr Idrus Alwi SpPD KKV FECS FACC yang memiliki spesialisasi di bidang kardiovaskular; dr Muhammad Syafiq SpPD, spesialis penyakit dalam; dr Suraiyah SpA, spesialis anak; dr Nouval Shahab SpU, spesialis urologi yang saat ini menempuh pendidikan untuk gelar PhD di Jepang; dan dr Isa An Nagib SpOT yang mengambil bidang spesialisasi ortopedi.

Selanjutnya, ada drg Farida Alwi dan dr Shahabiyah MMR yang saat ini menjadi Dirut RS Islam Harapan Anda di Tegal.

Sedangkan tiga anak Nafisah yang lain masih bergelar dokter umum. Mereka adalah dr Fatinah yang menjabat wakil direktur RS Ibu dan Anak Permata Hati Balikpapan; dr Zen Firhan, dokter umum di Balai Pengobatan Depok Medical Service dan Sawangan Medical Center; serta dr Nur Dalilah, dokter umum di RS Permata Cibubur.

Padahal, Nafisah juga mengalami masa-masa sulit saat membesarkan mereka. Sejak 1996, dia harus jatuh bangun menyekolahkan mereka seorang diri lantaran sang suami, Alwi Idrus Shahab, sudah meninggal.

Atas prestasi mengagumkan itu, Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri) memberi keluarga dari Palembang, Sumatera Selatan, tersebut gelar Profesi Dokter Terbanyak dalam Satu Keluarga pada awal 2010. ”Semuanya tak lepas dari pendidikan yang saya dan bapak (mendiang Alwi, Red) lakukan saat mereka masih anak-anak,” imbuh Nafisah.

Kendati merasa bahwa tugas yang diemban sebagai ibu sudah tuntas, Nafisah masih bertanggung jawab terhadap anak-anaknya. Namun, tanggung jawab tersebut sekarang berbeda dengan yang diembannya saat buah hatinya masih anak-anak. Kini dia cenderung hanya mengamati anak-anak dan cucu-cucunya. Apalagi, perempuan berjilbab itu tinggal dengan anak-anaknya, yang sebagian besar berkediaman di Cibubur, Depok.

Kalaupun ada persoalan dalam keluarga, anak-anak itu biasanya mendatangi Nafisah untuk curhat. Yang bertempat tinggal dekat langsung datang, sedangkan yang jauh menyempatkan diri untuk menelepon. Nafisah dengan telaten akan mendengarkan keluh kesah mereka. Tapi, perempuan murah senyum itu enggan mendikte anak-anaknya. ”Mereka kan sudah dewasa,” katanya, lantas tersenyum.
Kini Nafisah melewati hari-hari dengan mengasuh cucu-cucunya. Saat dikunjungi Jawa Pos awal tahun lalu, dia memiliki 30 cucu. Sekarang cucu Nafisah sudah 32 anak. ”Saya ingat semua nama lengkapnya,” ujarnya.

Kebahagiaan terbesar Nafisah tidak hanya disebabkan mereka telah menjadi dokter, tapi juga anak-anaknya menikmati profesi itu. Dia juga sayang kepada dua anaknya yang tidak menjadi dokter. ”Jadi dokter atau tidak, mereka anak saya. Yang penting mereka bahagia, saya sudah senang,” tuturnya dengan kalem. (aga/c11/kum)

keterangan foto :
Nafisah Ahmad Zen Shahab, fotografer :  Agung Iskandar (jawa pos)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar